Featured Post

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

Image
  Perpanjangan masa jabatan presiden tentunya akan melanggar aturan apabila tetap dipaksakan k arena Masa jabatan presiden diatur dalam UUD 1945 Pasal 7. Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Artinya, masa jabatan presiden dan ditetapkan maksimal dua periode.   "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,"  bunyi Pasal 7 UUD 1945 . Wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini seperti menampar wajah presiden karena sudah jelas diaturan konstitusi melarang hal tersebut kecuali perubahan amandemen,banyak orang dilingkaran presiden yang sedang show off dan cari muka entah latarnya dan motifnya apa tentunya tidak jauh-jauh dari jabtan dan kekuasaan atau semua ini bisa jadi jebakan bagi presiden apabila sala...

ANOMALI BEGADANG

Begadang ,begadang boleh saja asal ada gunanya, lirik lagu raja dangdut era tahun 70- 80 an masih membekas dipikiran manusia Indonesia. Siapa yang tidak istilah begadang ,pastinya umat manusia dalam keseharian aktivitasnya begitu familiar dengan istilah ini. Tentunya beragam aktivita di abad postmodernism menyebabkan manusia lebih cenderung menggunakan waktu menjadi dinamis dan fleksibel. Keseharian kita yang mungkin biasanya terforsir dengan rutinitas panjang dibalut dengan suasana emosi tentu menguras tenaga dan pikiran. Istilah begadang mungkin muncul ketika seseorang terjaga tidak tidur sampai larut malam. Lazim kita ketahui manusia idealnya membutuhkan sekitar 8 jam untuk tidur .Dilewat batas itu misal jam tidurnya missal cuma 5 jam tentunya berdampak langsung kepada tubuh entah itu tubuh atau psikis seseorang. Contoh konkrit saja kurang fokus, mata panda, lesu daya tahan tubuh menurun, dan penyakit kronis lainnya bermunculan.
Berbagai alasan  tentu ditimpali untuk memaklumi alasan begadang, mulai dari insomnia ,kerja malam, lembur, kerja tugas ,jet lag (mabuk pesawat) sampai hal – hal kurang bermamfaat seperti bermain game, nonton bola dll. Alasan seperti ini mungkin bagi warga di pedesaan tentu menjadi tabu dan kurang lazim, namun bagi masyarakat perkotaan yang penuh dengan dinamika menuntut manusia manusia kota untuk berbuat di luar kelaziman pada umumnya. Tak heran kita melihat di pinggir jalan kita melihat secara kasat mata warkop buka sampai larut malam bahkan hingga pagi hanya untuk memenuhi nafsu menonton sepakbola dunia bareng .Fenomena ini menjadi seperti budaya yang sudah mengakar kuatdan menjadi wajar saja bila misal pejabat negara yang terkadang terexpose di media terlihat terkantuk dalam mengikuti suatu rapat menjadi guyonan tersendiri bagi masyarakat. Harga sebuah jam tidur menjadi sangat mahal bagi mereka penikmat aroma petang.
Siapa pun tidak bisa disalahkan dalam hal ini. Melihat antusiasme para generasi muda menggelorakan masa mudanya ,mudah saja kita melihat kita melihat mereka bercanda disudut jalan diiringi suara gitar dengan kumpulan kulit kacang yang berserakan di jalan. Pola tidur yang berubah menyebabkan generasi muda kita terkesan menjadi malas ,bangun kesiangan dan semangat untuk bekerja dan belajar menurun ,sangat lah miris melihat calon penerus tongkat estafet bangsa. Negara Indonesia tentunyan masih paham betul dengan ajaran nenek kita zaman dahulu, maaf dalam hal ini masyarakat muslim tentunya bangun shalat subuh, kemudian lanjut bekerja . Karena anekdot orang tua kita mengatakan bangun pagilah agar rezeki kita tidak di patok ayam.
Ketakutan mendasar terjadi ketika masyarakat kota sudah kehilangan esensi dari diri mereka sendiri sehingga begadang hingga mereka di cap dalang pergeseran budaya tersebut. Tanpa menafikan kondisi di pedesaan ,walau ada profesi tertentu yang membutuhkan jam tidur sedikit misalkan saja pergi melaut .Tetapi jelas dalam hal ini ada perbedaan tujuan ,mungkin mereka begadang karena kebutuhan perut dan dapur tetap mengepul. Kontras dengan dengan kehidupan kota yang bekerja lembur agar mendapat pencapaian aktualisasi yang lebih tinggi ,tidak hanya sekedar untuk tujuan perut belaka, namun bekerja lembur agar promosi jabatan ,maupun pencapaian tunjangan yang lebih besar lagi sehingga jam tidur jadi korbannya.
Bagi sebagian masyarakat kaum urban, tuntutan bisnis mempengaruhi pusat – pusat toko kadang membuka toko hingga 24 jam sehari, 7 hari seminggu tak cukup. Tengok saja pusat perbelanjaan dan fotokopi didekat rumah tetap ramai dikunjungi customer sampai subuh. Saat ini lebih banyak saluran televisi dan sebagian siaran 24 jam. Belum lagi layanan perbankan, provider jaringan seluler, layanan antar cepat saji, hingga reservasi penerbangan yang membuka layanan penerbangan membuka layanan pelanggan lewat saluran telepon 24 jam. Kesemuanya ini menciptakan pertanyaan apakah tempat- tempat itu yang menciptakan kehidupan larut malam ini? Ataukah kehidupan kehidupan urban yang rakus waktu yang menciptakan kebutuhan hiburan lewat tengah malam ini, Tidak jelas, seperti mana yang lebih dahulu antara ayam atau telur yang menjawabnya penuh kebingungan.
Begadang rasanya kurang lengkap apabila tidak di temani segelas kopi dan bahkan dapat saya katakana bahwa pengikat utamanya untuk kongko – kongko atau nongkrong hingga subuh hari, warung kopi (warkop) dan Circle K menjadi tempat nongkrong favorit anak muda  masyarakat urban faktor penting karena tempat tersebut menjadi favorit karena harga makanan dan minuman terjangkau oleh kantong, sebagaitempat mencari informasi di tempat tersebut dan di temani laptop juga sebagai ajang silaturahmi antar teman untuk membicarakan hal mulai dari cerita lucu, nostalgia, politik hingga sosial haanl inilah yang menyebabkan orang  lupa waktu hingga larut malam bahkan pagi fajar pun mulai benderang seiring naiknya matahari anak muda belum beranjak dari tempat kita bercengkrama.

Sisi lain begadang
Penulis dalam hal ini tentu punya sisi lain  dalam menilai fenomena ini.Terkadang bagi seseorang bangkit kreativitasnya di kala malam berganti .Biasanya orang begadang bagi kaum tertentu membuat mereka lebih semangat bekerja, berkarya, berfikir dan berimajinasi di malam hari. Kewajaran terlihat ketika begadang di sertakan dengan kepulan asap rokok dan secangkir kopi ,entah itu hitam pekat maupun dari berbagai varian rasa. Kaum kaum seperti ini cenderung mengandalkan otak kanannya yang bekerja dalam kesehariaanya misalnya saja penulis dan desainer, mereka adalah sekumpulan makhluk yang memuja malam dalam mengexplor ide dan bakat terpendam. Salah satu penelitian yang dilakukan psikolog evolusioner Satoshi Kanazawa dan Kaja Perina, pemimpin redaksi Psychologi Today ,dalam tulisannya “Why Night Owls Are More Intelligent Than Morning Larks”,rmereka tealah menemukan fakta mengenai ritme Sirkadian (jam biologis) yang ternyata dapat mempengaruhi IQ seseorang. Dan ternyata orang orang yang memiliki IQ lebih tinggi adalah mereka yang cenderung lebih aktif di malam hari.Ini anomaly dan tentu berbenturan keras dengan budaya dan tradisi kita yang dianjurkan bangun pagi .
Terlepas dari survey diatas alangkah bijaknya kita agar menyikapi persoalan ini kearah yang lebih positif. Tentunya menjadi warga dan pribadi yang teladan dengan menyikapi suatu fenomena ini sebagai mana lumrahnya masyarakat sekitar .Betapa bijak jika kita hidup teratur dan menjaga pola tidur kita berimbang, resiko bisa diminimalisir, penyakit pun menghindar .Begadang bisa menjadi sebuah trend yang memiliki dua sisi mata uang dan perkembangan zaman tidak menutup kemungkinan di masa mendatang pergeseran pola tidur menjadi semakin jauh seperti yang diperkirakan. Humor warga yang mengatakan bahwa manusia begadang dianalogikan jadi dengan hewan malam seperti kalelawar, bergentayangan di malam hari, tidur ayem di siang hari bisa saja dimaklumi. Penutup kemungkinan lirik lagu oleh bang haji ada benarnya juga, begadang boleh saja asal ada gunanya , menjadi kewajaran paling maksimal yang bisa ditolerir oleh kata begadang.


Comments

Popular posts from this blog

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

NESTAPA GURU DI DAERAH 3T

MENAGIH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) DI ERA DISTRUPTION