Featured Post

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

Image
  Perpanjangan masa jabatan presiden tentunya akan melanggar aturan apabila tetap dipaksakan k arena Masa jabatan presiden diatur dalam UUD 1945 Pasal 7. Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Artinya, masa jabatan presiden dan ditetapkan maksimal dua periode.   "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,"  bunyi Pasal 7 UUD 1945 . Wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini seperti menampar wajah presiden karena sudah jelas diaturan konstitusi melarang hal tersebut kecuali perubahan amandemen,banyak orang dilingkaran presiden yang sedang show off dan cari muka entah latarnya dan motifnya apa tentunya tidak jauh-jauh dari jabtan dan kekuasaan atau semua ini bisa jadi jebakan bagi presiden apabila sala...

BONUS DEMOGRAFI DAN PEMUDA ZAMAN NOW

Semua tentang Bonus Demografi Indonesia 2020 - 2036 ...
Pada tahun 2020 – 2030, Indonesia akan memiliki sekitar 180 juta orang berusia produktif, sedangkan usia tidak produktif sekitar 80 juta jiwa, atau 10 orang usia produktif hanya menanggung 3 – 4 orang usia tidak produktif, sehingga akan terjadi peningkatan tabungan masyarakat dan tabungan nasional, artinya beban ketergantungan penduduk akan berkurang jikalau dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.
Menurut data BPS Pertumbuhan penduduk yang tinggi , akan berdampak pada laju pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi juga angkatan kerja bertambah dari sekitar 73,9 juta orang tahun 1990, menjadi sekitar 96,5 juta pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 144,7 juta pada tahun 2020. Oelh karena itu, memanfaatkan bonus demografi ini maka pengambil kebijakan perlu memikirkan tatanan mikro yaitu individu pendududk pada usia produktif.
Beberapa negara telah merasakan dampak positif memaksimalkan bonus demografi ini. misalnya saja Negara korea selatan, Thailand, Malaysia dan negara – negara lainnya. Akan tetapi banyak pula negara – negara yang gagal dalam memaksimalkan bonus demografi seperti negara – negara yang ada di Benua Afrika sepeti Ethiopia dan lain sebagainya. Tentunya kita berharap Indonesia  mampu mengelola dan memaksimalkan bonus demografi ini dengan baik.
Besarnya proposrsi penduduk produktif (rentang usia 15 – 64 tahub) dalam evolusi kependudukan adalah keuntungan yang dinikmati suatu negara, suatu fenomena dimana sturktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedangkan usia muda semakin kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak artinya perlunya memaksimalkan bonus ini dengan dengan peni ngkatan mutu anak muda Indonesia.
Bonus demografi dapat menjadi anugerah dapat juga menjadi bencana bagi bangsa ini, dengan syarat pemerintah harus menyiapkan generasi muda yang berkualitas tinggi baik SDM-nya melalui pendidikan, pelatihan, kesehatan penyediaan lapangan kerja dan investasi, jangan sampai pemerintah gagal menyediakan anak muda yang berkompeten dan beintegritas dalam menghadapi persoalan globabl karena akan menjadi bencana.
FENOMENA ANAK ZAMAN NOW
Trend 'Pemuda Zaman Now",Jadilah Pemuda Yang Menginspirasi ...
Fenomena geng remaja akhir – akhir ini menjadi buah bibir masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Geng remaja yang ada, banyak melakukan aksi- aksi yang merugikan dan meresahkan masyarakat. Aksi yang mereka lakukan seperti aksi kebut – kebutan di jalanan menggunakan motor, pemalakan pencurian, nongkrong di pinggir jalan hingga larut malam dll. Ini sangat ironi bagi masa depan generasi muda kita apabila kita tidak mampu mencegah dan membimbingnya.
Geng motor saat ini saat ini tidak hanya melakukan tindakan kekerasan, namun para remaja yang usianya baru belasan tahun bahkan dengan tega dan berani, melakukan pembunuhan bagi korbanya yang melawan demi sebuah kata eksistensi agar muda di kenal. Di Kota besar pada umumnya geng motor seperti monster jalanan yang siap datang kapan dan dimana saja dengan jumlah yang banyak dan melakukan tindakan kriminalitas jalanan.
NUSABALI.com - SMAN 10 Bandung Diserang Geng Motor
Dengan berbagai kejadian yang ada muncul pertanyaan. Mengapa remaja dapat terlibat dalam kasus kenakalan dan tindak kekerasan? Karena remaja merupakan masa transisi dari masa anak – anak menuju dewasa dimana dia mulai aktif berinteraksi dan mulai mencerna nilai-nilai. Nilai yang di dapat di keluarga dan nilai-nilai baru dari lingkungan luar seperti sosial, sekolah dll menyebabkan anak mengalami kondisi yang tidak seimbang dan menggantung.
Begitu banyaknya perilaku kenakalan dan kriminalitas remaja tersebut tentunya membuat kita seemua khawatir, menurut Indonesia Police Watch (IPW) tahun 2014 terdapat 38 kasus geng motor mengakibatkan 28 orang tewas dan 24 orang tewas. Menurut Santrock (1995) kenakalan remaja sendiri mengacu padaa pada rentang perilaku yang luas mulai dari pelaku yang idak dapat di terima secara sosial seperti pelanggaran di sekolah, di rumah hingga perbuatan kriminal.
MEMAKSIMALKAN BONUS DEMOGRAFI
Generasi muda adalah generasi penerus bangsa pelanjur estafet kepemimpinan ketika anak muda kita hancur maka yakin dan percaya bahwa bangsa ini juga bisa hancue dan menjadi negara maju itu hanya ilusi semata maka dari itu, tindakaan preventif dan mengayomi anak dalam membentuk akhlak yang baik di perlukan demi meminimalisir pengaruh nilai-nilai dari lingkungan luar keluarga anak yang membentuk kepribadinaya kelak.
Kuantitas penduduk Indonesia mengalami bonus demografi sudah tidak dapat di tawar lagi, dari segi jumlah bahkan terbesar di Asia Tenggara tapi apalah arti ketika kuantitas tidak diimbangi dengan kualitas baik tentu akan menimbulkan polemik saja. Oleh karena itu perlunya pendidikan yang berkualitas serta merata di seluruh Indonesia demi meningkatkan skil dan pengetahuan demi bersaing secara global dengan negara lain
Perekonomian yang baik di Indonesia juga dengan mudah akan meningkatkan pendapatan masyarakat sebaliknya ekonomi yang buruk akan menjadikan masyarakat Indonesia menjadi tamu di negeri sendiri dan itu kita tidak inginkan. Dan satu yang harus di perhatikan yaitu menciptakan anak muda yang sehat tanpa rokok, narkoba dan minum keras karena dapat mempengaruhi penurunan angka kerja yang dulunya usia produktif menjadi tidak produktif.



Comments

Popular posts from this blog

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

NESTAPA GURU DI DAERAH 3T

MENAGIH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) DI ERA DISTRUPTION