Featured Post

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

Image
  Perpanjangan masa jabatan presiden tentunya akan melanggar aturan apabila tetap dipaksakan k arena Masa jabatan presiden diatur dalam UUD 1945 Pasal 7. Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Artinya, masa jabatan presiden dan ditetapkan maksimal dua periode.   "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,"  bunyi Pasal 7 UUD 1945 . Wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini seperti menampar wajah presiden karena sudah jelas diaturan konstitusi melarang hal tersebut kecuali perubahan amandemen,banyak orang dilingkaran presiden yang sedang show off dan cari muka entah latarnya dan motifnya apa tentunya tidak jauh-jauh dari jabtan dan kekuasaan atau semua ini bisa jadi jebakan bagi presiden apabila sala...

PILKADA SINJAI; ”PERTARUNGAN MANTAN “



Pilkada serentak tak akan lama lagi di gelar tinggal mengitung bulan saja kita akan menyaksikan pesta demokrasi dan pemilihan pemimpin lima tahun kedepan, sebagai salah satu negara demokrasi preferensi politik nantinya akan di uji sebagai sebagai repsentasi pemilih berdasarkan faktor kualitas calon, faktor kekutan finansial, pertaruhan nama pam ayah yang dulu menjadi mantan bupati sebelumnya, entahlah.
Saya tertarik dengan sebuah peribahasa yang mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonya”, mungkin inilah penggambaran kontestasi bakal calon-calon pemimpin kabupaten sinjai kedepanya dimana akan diisi oleh para pemimpin yang tak bisa lepas dari nama sucsessor sebelumnya entah pada sifat atau leadership nya dan akan tergantung pada sudut pandang pemilih melihatnya.
Bakal calon bupati sinjai yang di gadang gadang dan sudah hampir fix akan bertarung  yaitu pasangan Takyuddin Masse dan Mizar Roem, dan Andi Seto Ghadista Asapa dan Andi Kartini, pertarungan antara Mizar Roem dan Andi seto sebagai putra mahkota mantan bupati sinjai yang masih memiliki kedekatan emosional dan sebaran massa yang masih jelas walau tak lagi menjadi orang nomor satu di sinjai.
Siapa yang tak kenal H.M.Roem dan  Andi Rudiyanto Asapa keduanya bupati dua periode sinjai dan sebagai tokoh politik di Sul-Sel keduanaya memiliki prestasi tersendiri masing-masing baik di kancah politik maupun pemerintahan yang tak dapat di pungkiri, semenjak meninggalakan tampuk kekuasaan nya masing-masih yang di jabatnya dua periode mereka kembali pada rutinitas awalnya yaitu sebagai politisi maupun pengacara.
Perbincangan hangat di kedai dan warung kopi (warkop) sering kali membincangkan keduanya sebagai tema pembicaraan, yaitu pemimpin muda yang memiliki masa depan yang cerah namun ada juga hal-hal yang berbau pesimis meilhat keduanya entah itu dari pengalaman memimpin birokrasi, di tengah perbincangan itu ada celetukan yang mengatakan apakah ia hanya mengendalkan nama pam ayahnya sebagai mantan bupati sinjai sebagai jualan politik?.
Treck record keduanya masih tak bisa lekas di lupakan begitu saja dan masih membekas di kepala  masyarakat sinjai dengan berbagai kemajuan, prestasi dan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat banyak, tak akan di lupakan contohnya apabila kita berkunjung ke pelosok-pelosok di sinjai berbagai komentar positif yang di berikan masyarakat sebagai wujud respect atas hasil kinerjanya dan pasti akan selau apple  to apple dengan yang akan di lakukan putranya.
Kedua mantan bupati sinjai seharusnya lebih membebaskan anaknya percaya diri tampil  sebagai individu yang memiliki kemampuan yang dia miliki entah dia dapat dari lahir atau saat dia dapat dalam proses di organisasi, bukan menekannya sana sini sehingga pikiran mereka campur aduk boleh member wejangan sekali-kali sebagai bentuk tugas orang tua kepada anaknya dilihat dari segi pengalaman dan kematangan dalam segala hal.
Politik identitas selalu melahirkan konotasi negatif tapi itu tak salah selamat kualitas yang dimiliki sesuai harapan dan janji kampanye nanti, masyarakat sekarang mulai bisa memilah dan memilih sesuai sudurt pandang dan aviliasi politik mereka sendiri, politik gagasan sekarang menjadi role model dalam mencerdaskan masyarakat dengan menawarkan berbagai solusi yang di tawarkan kepada masyarakat atas`permasalah yang terjadi di kabupaten sinjai.
Sudah saatnya masyarakat sekarang harus lebih mawas diri terhadap segala bentuk jargon-jargon yang lebih menonjolkan sesuatu pada suatu aspek yang epicentrumnya tak jauh-jauh dari siapa nama belakang calon, tapi perlunya pemilih lebih paham akan gagasan yang akan di jual nanti dikampanye dan langsung mengeksekusinya, bukan memilihnya karena ada apanya dan banyak apanya agar pendidikan politik kita lebih tercerdaskan dari hal-hal yang pragmatis.

Comments

Popular posts from this blog

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

NESTAPA GURU DI DAERAH 3T

MENAGIH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) DI ERA DISTRUPTION