Featured Post

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

Image
  Perpanjangan masa jabatan presiden tentunya akan melanggar aturan apabila tetap dipaksakan k arena Masa jabatan presiden diatur dalam UUD 1945 Pasal 7. Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Artinya, masa jabatan presiden dan ditetapkan maksimal dua periode.   "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,"  bunyi Pasal 7 UUD 1945 . Wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini seperti menampar wajah presiden karena sudah jelas diaturan konstitusi melarang hal tersebut kecuali perubahan amandemen,banyak orang dilingkaran presiden yang sedang show off dan cari muka entah latarnya dan motifnya apa tentunya tidak jauh-jauh dari jabtan dan kekuasaan atau semua ini bisa jadi jebakan bagi presiden apabila sala...

INTEGRASI SOSIAL DAN BUDAYA BANGSA DALAM MENYONSONG INDONESIA EMAS 2045

Integrasi Nasional dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Latar belakang
Saat Indonesia genap berusia 100 tahun, menjadi salah satu alasan munculnya ide, wacana dan gagasan tentang Generasi Emas 2045. Istilah ini digaungkan tanpa sebab, pasalnya ada satu harta karun yang sejatinya bisa menjadi modal untuk kelangsungan bangsa dan negara ini kedepannya, bernama bonus demografi. Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.
Masterplan ini memang disiapkan untuk menghadapi bonus demografi yang mana 70% penduduk Indonesia adalah penduduk usia produktif yaitu 15-45 tahun atau bisa dikatakan didominasi oleh para pemuda. Jadi untuk menghadapi fenomena ini tergantung bagaimana sikap semua pihak menyiapkan generasi muda. Masalahnya seperti apakah kualitas para pemuda Indonesia saat itu, dan sekali lagi para pemuda dipertanyakan kembali sudah siapkah mereka mengemban tanggung jawab mereka sebagai seorang pemuda karena bonus demografi bisa jadi keuntungan bagi Indonesia bisa jadi bumerang kalau tidak di kelola dengan baik?
Blog Robin: INDONESIA EMAS 2045
Jika sudah demikian, maka pertanyaan diatas harus jawab dengan optimis bahwa Indonesia bisa menciptakan pemuda-pemudi berkualitas unggul yang mampu menjawab tantangan zaman menuju 100 tahun Indonesia. Lantas anak zaman sekarang harus ditanggapi serius perihal moral, pendidikan dan konsumsi konten dalam media online menyangkut teknologi yang semakin tak bisa lepas dari generasi muda milenial maupun Z. Generasi Emas 2045 adalah visi mulia yang harus diemban oleh seluruh elemen masyarakat. Maka disinilah khususnya institusi pendidikan memegang peranan untuk menyiapkan masa transisi generasi muda di kemudian hari. Namun yang lebih penting adalah peran keluarga dalam menyiapkan generasi emas ini. Dengan berbasis kepada keluarga, diharapkan muncul generasi masa depan Indonesia yang memiliki kecerdasan yang komprehensif, yakni produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat, menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul.
Pada saat itu, anak-anak millenial yang hidup pada saat ini akan mencapai usia keemasan mereka. Di mana produktifitas yang dilakukan pada segala bidang, akan menentukan arah dan perjalanan bangsa ini. Sinergi dan kolaborasi adalah sawah satu faktor yang bisa menjawab hal tersebut. Cukupkah? Tentu saja belum. Mengingat, ada banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang harus segara dicari jalan keluarnya. Karena visi 2045 mencakup perubahan dari demokrasi, politik, hukum, sosial, budaya, dan pendidikan, tentu ada banyak hal yang harus dibenahi di tiap-tiap sendi dari aspek di atas. Salah satunya adalah masalah tantangan sosial dan budaya juga menjadi hal selanjutnya yang harus dihadapi generasi 2045 di masa depan. Jika kita melihat kondisi yang ada pada saat ini, ada banyak hal positif dan negatif yang bisa kita lihat dari perkembangan sosial yang ada di Indonesia. Masalah kesehatan, kemiskinan, hingga ketimpangan pendidikan, merupakan sekian hal dari permasalahan yang harus segera dicari solusinya. Jika tak dimulai dari saat ini, tentu impian dari visi yang diharapkan bisa terwujud di tahun 2045 akan semakin berat.
Pengertian dan tantangan menuju indonesia emas 2045
Indonesia emas adalah sebuah kondisi saat negara Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan bangsa lain serta dapat menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan seperti korupsi dan kemiskinan. Indonesia emas diproyeksikan pada 100 tahun kemerdekaan negara Indonesia pada tahun 2045. Sumber daya manusia Indonesia merupakan salah satu faktor penting untuk mewujudkan negara Indonesia yang adil dan makmur. Pemuda berperan sebagai generasi penerus bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa dan mengambil keputusan -keputusan terkait dengan kemajuan negara Indonesia.
Tantangan yang di hadapi pemuda dalam merealisasikan indonesia emas 2045:
·      Moral dan karakter Ke Indonesiaan
Pada abad 21ini, Indonesia bukan krisis kepemimpinan tapi krisis moral yang sedang di hadapi bangsa ini, perkembangan teknologi dan informasi seakan menjadi dua sisi mata bagi pemuda indonesia banyak hal yang positif dan banyak juga yang negatif, pertukaran budaya dan informasi tidak semua cocok bagi inonesia dan tidak adanya lagi batas pemisah antar negara dengan hadirnya teknologi seperti smartphone dan gadget melahirkan sifat dan sikap pemuda yang individualis, konsumtif serta sikap meniru pada budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsanya sendiri, contoh sindrom demam K-pop hampir keseluruhan menjangkiti pemuda dan pemudi bahkan rela meniru cara berpenampilan dan berperilaku, serta satu lagi yaitu conten youtuber di indonesia yang banyak mempengaruhi pemuda yaitu aspek pendidikanya masih terasa minim sehingga saya berkesimpulan bahwa era sekarang prestasi di kalahkan oleh sensasi, Penggunaan media informasi semisal media sosial yang berkembang pula, menjadikan generasi muda sebagai pengguna aktif didalamnya, akses informasi pun dapat bergerak secara cepat. Dari fakta tersebut, bangsa Indonesia juga akan terkena dampak dari globalisasi, oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan minat bagi generasi muda terhadap budaya bangsanya sendiri (Nur afia, 2018). kesemua budaya tersebut sifatnya bisa konstruktif bisa juga destruktif, tapi apabila mudharatnya lebih besar maka identitas bangsa akan hilang di gantikan oleh budaya luar.
·      Pembangunan sumber daya manusia
Pendidikan merupakan media yang sangat sentral dalam mempersiapkan generasi emas terutama karakternya. Karakter yang harus dibangun haruslah bersifat holistik dan komprehensif berbasis pancasilais. Pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu tetapi juga nilai-nilai terutama karakter.Karakter yang ditanamkan pada diri generasi emas haruslah berbasis tiga aspek yakni nilai kejujuran, nilai kebenaran dan nilai keadilan (Antonius, 2017). Keberhasilan bangsa Indonesia di masa mendatang ditentukan oleh kualitas sumber daya pemuda Indonesia yang mempunyai moral dan karakter sebagai bangsa Indonesia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut bergantung salah satunya kepada sistem pendidikan nasional. Sistem pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya berfokus kepada ilmu pengetahuan. Pendidikan moral juga diperlukan agar sumber daya manusia yang dihasilkan tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga memiliki etika. Fenomena siswa yang dengan terang – terangan melawan guru serta merekamnya menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya harus berbasis formal perlunya sinergitas antara IPTEK DAN IMTAK dalam membangun sumber daya indonesia yang ungggul dan berkompetensi. Hal ini sejalan dengan keinginan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. "Sistem pendidikan Indonesia (kurikulum, sumber daya pengajar, infrastruktur) juga harus menghasilkan manusia Indonesia yang berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berdaya saing global". 
·      Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan
Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan selalu berjalan beriringan, karena memiliki korelasi yang kuat, menurut data BPS (Badan pusat statistik) Ekonomi Indonesia triwulan II-2019 dibanding triwulan II-2018 tumbuh 5,05 persen (y-on-y) dengan target 6,4 sampai 7 persen  ditahun 2045 oleh pemerintah ini masih jauh dari harapan. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 10,73 persen. Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 15,27 persen. Menurut BPS Berbanding lurus dengan angka kemiskinan Persentase penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 9,41 persen, menurun 0,25 persen poin terhadap September 2018. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2019 sebesar 25,14 juta orang menurun 0,53 juta orang terhadap september 2018 dan menurun 0,80 juta orang terhadap maret 2018.
§  Aspek ketercapaian
Di tengah berbagai tantangan yang di hadapi bangsa indonesia dalam menyosong indonesia emas pada tahun 2045, perlunya berbagai perbaikan yang perlu di lakukan saat ini oleh pemerintah sebagai manifestasi menuju masa keemasan, salah satu yang terpenting pembangunan sumber daya manusia yang berorientasi pada karakter indonesia bukan hanya pada pembangunan infrastruktur fisik, pemerataan pembangunan yang baik dan tidak terkonsentrai di pulau jawa  saja (jawa sentris) akan meminimalisir kecemburuan sosial, aspek kewirausahaan dan ekonomi berkelanjutan sangat penting bagi peningkatan pendapatan dan semakin banyak enterprenership semakin besar indonesia menuju negara maju dan banyak menyerap tenaga kerja sehingga angka kemiskinan akan menurun. Indonesia memiliki potensi sumber daya ekonomi lokal yang meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya buatan, dan sumber daya sosial (wisnumurti, 2018), Indonesia dapat menjadi ekonomi yang unggul dalam Revolusi Industri 4.0 menuju Revolusi 5.0 dan seterusnya serta menjadl bangsa pemenang globalisasi.
Konsep Generasi Emas Indonesia 2045 « Adityo Dwirahmawan
Kesimpulan
Dalam menyongsong indonesia emas 2045 tidak ada yang lebih penting selain pebaikan pendidikan kita, selain pendidikan Sejalan dengan hal tersebut, generasi emas Indonesia tahun 2045 berada pada zaman kebijakan meskipun tuntutan zaman informasi/pengetahuan tidak dapat ditinggalkan. Pengetahuan, sikap, dan tindakan manusia perpaduan zaman informasi/pengetahuan dan zaman kebijakan. Generasi emas Indonesia tahun 2045 haruslah pintar dan bijaksana. Manusia pintar dan bijaksana adalah manusia yang memiliki kecerdasan yang tinggi dalam IESQ (Intellectual, Emotional, Spiritual, Quation). Kecerdasan intelektual adalah warisan zaman informasi/pengetahuan, kecerdasan emosional dan spritual adalah tuntutan zaman kebijakan.
Referensi
Antonius Remigius, (2017), PARADIGMA MEMBANGUN GENERASI EMAS INDONESIA TAHUN 2045 JIPPK, Volume 2, Nomor 2, Halaman 85-90 ISSN: 2528-0767 (p) dan 2527-8495 (e) http://journal2.um.ac.id/index.php/jppk
Biner Ambarita PEMBANGUNAN KARAKTER MENUJU GENERASI EMAS TAHUN 2045
Nur Afia Awaliya, M. Yusuf K , Muhammad Agung, (2018). GARUDAKU: INOVASI PELESTARIAN BUDAYA NUSANTARA BERBASIS CULTURAL MAPS MENUJU INDONESIA EMAS 2045, Jurnal Penelitian dan Penalaran Submitted: Mei 2018, Accepted: Juni 2018, Publisher: Agustus 2018
Nurfhadilah, N. (2019). ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMPERSIAPKAN PUBERTAS MENUJU GENERASI EMAS INDONESIA 2045. Jurnal Pendidikan Dasar.
Regina Ade Darman, MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS INDONESIA TAHUN 2045 MELALUI PENDIDIKAN BERKUALITAS Jurnal Edik Informatika Penelitian Bidang Komputer Sains dan Pendidikan Informatika V3.i2(73-87)
Wakhidah, N. (2019). Pendidikan Anti Korupsi Berbasis Keluarga, Menyongsong Indonesia Emas 2045. LORONG: Media Pengkajian Sosial Budaya3(1). Retrieved from http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/lorong/article/view/239
Wisnumurti, Anak Agung Gede Oka dan Darma, I Ketut dan Suasih, Ni Nyoman Reni. (2018). Kebijakan Pemerintah Indonesia untuk Mengelola Bonus Demografi dan Menciptakan Emas Indonesia pada 2045. Jurnal Ilmu Humaniora dan Ilmu Sosial (IOSR-JHSS), 23 (1 ). hlm. 23-34. ISSN 2279-0837

Comments

Popular posts from this blog

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

NESTAPA GURU DI DAERAH 3T

MENAGIH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) DI ERA DISTRUPTION