Featured Post

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

Image
  Perpanjangan masa jabatan presiden tentunya akan melanggar aturan apabila tetap dipaksakan k arena Masa jabatan presiden diatur dalam UUD 1945 Pasal 7. Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Artinya, masa jabatan presiden dan ditetapkan maksimal dua periode.   "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,"  bunyi Pasal 7 UUD 1945 . Wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini seperti menampar wajah presiden karena sudah jelas diaturan konstitusi melarang hal tersebut kecuali perubahan amandemen,banyak orang dilingkaran presiden yang sedang show off dan cari muka entah latarnya dan motifnya apa tentunya tidak jauh-jauh dari jabtan dan kekuasaan atau semua ini bisa jadi jebakan bagi presiden apabila sala...

POTENSI GREEN MARKETING MELALUI MEDIA SOSIAL PADA GENERASI MILENIAL DALAM MEMBENTUK COMPETITIVE ADVANTAGE

Green Marketing Is Hot (Again). | ChartLocal
Latar Belakang

Isu perubahan iklim sebagai sebuah fenomena yang memberi dampak secara global terhadap manusia bukan lagi hal yang baru. Efek rumah kaca yang dihasilkan oleh limbah sampah disebut sebagai salah satu pemberi sumbangsih dalam perubahan iklim. Selain itu meningkatnya temperatur bumi dan konsentrasi CO2 turut andil dalam perubahan iklim. Kenyataan bahwa kondisi lingkungan kini telah beranjak menuju titik yang berbahaya kemudian membangunkan kesadaran masyarakat dari seluruh belahan dunia akan urgensi pelestarian lingkungan. Dalam beberapa dekade terakhir kesadaran ini kian meningkat dan banyak diwujudkan dalam bentuk-bentuk kegiatan yang mendorong agar pelestarian lingkungan ini menjadi hal yang perlu menjadi prioritas demi keberlangsungan kehidupan manusia.
Hasil Konferensi Kopenhagen, Denmark pada tanggal 12 Desember 2009 memberikan prediksi mengenai dampak pemanasan global terhadap ancaman kepunahan manusia di muka bumi pada tahun 2080. Dampak pemanasan global terjadi karena aktivitas masyarakat dalam penggunaan barang-barang yang memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Oleh sebab itu adanya konsentrasi terhadap lingkungan membuat perubahan perilaku masyarakat dalam keputusan pembelian (Fuller et al, 1999 dalam Chammorro, 2005). Dengan melihat faktor-faktor tersebut, kita dapat menemukan bahwa aktivitas manusia adalah akar permasalahan dari fenomena tersebut. Jumlah populasi yang kian meningkat dalam beberapa dekade terakhir secara bersamaan meningkatkan jumlah konsumsi. McDougally (1993) dalam Shwu-Ing Wu dan Jia-Yi Chen (2014) mengemukanan bahwa kerusakan lingkungan disebabkan oleh konsumsi yang berlebihan. Fenomena perubahan iklim tersebut kemudian melahirkan sebuah konsep dan gagasan di bidang pemasaran yang disebut dengan Green Marketing. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa Green Marketing adalah instrumen yang mampu menjembatani transaksi antara pemasar dan konsumen dengan memperhatikan aspek perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup untuk keberlanjutannya di masa yang akan datang. Kendati kesadaran masyarakat global kian meningkat akan pentingnya pelestarian lingkungan, beberapa penelitian justru menunjukkan kegagalan akan produk ramah lingkungan. Hal ini berimplikasi pada keengganan pemasar untuk memasarkan produk yang ramah lingkungan. Pemasar menilai konsumen belum sadar lingkungan sehingga sulit meraih target pasar yang berorientasi pada lingkungan, oleh sebab itu Green Marketing tidak berkembang pesat penerapannya terutama di Indonesia (Marketing, 2009 dalam Matoati) Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemasar untuk menstimulus kesadaran masyarakat di Indonesia akan pentingnya isu lingkungan adalah dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang sangat pesat dewasa ini. Kesuksesan strategi Green Marketing tidak dapat terelakkan hanya dapat diwujudkan jika masyarakat benar-benar meyakini pentingnya menjaga pelestarian lingkungan dan mewujudkannya dalam bentuk aktual. Saat ini pengguna sosial media di Indonesia terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi. Melihat realitas tersebut, media sosial adalah tools yag sangat menjanjikan sebagai sarana promosi bagi perusahaan untuk menunjang keberhasilan Green Marketing. Beberapa media sosial yang popular di kalangan masyarakat Indonesia seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tumblr, dan lain-lain.
Pembahasan Lengkap Teori Green Marketing menurut Para Ahli dan ...
Tingkat keberhasilan Green Marketing dengan melakukan periklanan menggunakan media sosial mempunyai potensi yang sangat besar di masa yang akan datang. Mengningat prospek segmen hari ini dan di masa yang akan datang, mereka berasal dari generasi yang disebut sebagai generasi milenial. Sebuah generasi yang tumbuh beriringan dengan kemajuan teknologi. Generasi milenial hadir dengan berbagai perubahan dan perbedaan dengan generasi sebelumnya. Misalnya dalam segi komunikasi, generasi milenial lebih intens menggunakan media sosial untuk membangun interaksi, berbagi ide, pandangan, dan pendapat. Pola komunikasi yang digunakan oleh generasi milenial ini tentu bisa menjadi kesempatan yang besar bagi pemasar untuk memantik kesadaran mengenai petingnya pelestarian lingkungan sehingga penerapan green marketing bisa maksimal. Makalah ini membahas tentang green marketing dan peluang kesuksesan penerapannya di Indonesia dengan menggunakan sosial media sebagai sarana periklanan yang banyak digunakan hari ini, khususnya oleh generasi milenial yang tumbuh bersisian dengan teknologi yang kian berkembang pesat. 6
Pembahasan Lengkap Teori Green Marketing menurut Para Ahli dan ...
PEMBAHASAN
Green Marketing dalam makalah ini dibahas sebagai sebagai sebuah strategi marketing yang menyimpan simpati atas keberlanjutan kelestarian lingkungan hidup yang kian terancam akibat konsumsi yang kian meningkat sejalan denga pertumbuhan penduduk. Penerapan strategi green marketing rupanya tidak begitu berkembang di Indonesia. Namun melihat perkembangan teknologi yang pesat dan munculnya generasi milenial yang tumbuh beriringan dengan kemajuan teknologi ini kita bisa melihat peluang untuk meningkatkan efektivitas penerapan green marketing.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018, alasan menggunaakan internet dan jenis konten yang paling banyak diakses oleh pengguna internet di Indonesia adalah komunikasi lewat pesan dengan presentase sebesar 24,7%. Disusul kemudian oleh sosial media, mencari informasi terkait pekerjaan dan mengisi waktu luang.
Berdasarkan kelompok usia pengguna internet di Indonesia didominasi oleh usia 15-19 tahun dengan presentase 91%, disusul oleh kelompok usia antara 20-24 tahun dengan presentase 88,5%. Jika merujuk pada Twenge (2010) maka dapat kita lihat bahwa generasi milenial adalah pengguna internet terbanyak di Indonesia.
Berdasarkan data yang ada maka kita dapat melihat peluang pengiklanan green marketing melalui media sosial. Pertumbuhan teknologi yang sudah sangat dekat dengan kehidupan manusia hari-hari ini membuat manusia memiliki ketergantungan yang kuat untuk mendapatkan informasi, membagi ide, dan membangun komunikasi melalui teknologi. Perkembangan jumlah pengguna internet ini akan terus berkembang kedepannya. Pengguna media sosial khususnya lebih banyak didominsasi oleh generasi milenial dan generasi setelahnya. Keadaan ini harus dilihat secara jeli oleh pemasar untuk mempertimbangkan penerapan strategi green marketing dengan sebaik-baiknya. Dengan memanfaatkan media sosial, pemasar dapat memanfaatkan kegunaan media sosial untuk membangun kesadaran pegguna media sosial akan urgensi pelestarian lingkungan. Penerapan strategi green marketing akan berhasil dengan baik apabila masyarakat atau konsumen menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup. Isu lingkungan bisa dikomunikasikan dengan sermat melalui media sosial yang diharapkan mampu menghadirkan kesadaran masyarakat atau konsumen, sehingga strategi green marketing bisa diterapkan dengan sukses. 8

SIMPULAN DAN SARAN
Meningkatnya kerusakan lingkungan mampu menjadi stimukus kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Perkembangan teknologi yang tumbuh bersama generasi milenial harus dapat dimanfaatkan dengan maksimal sebagai media periklanan untuk dapat menstimulus kesadaran masyarakat atau konsumen sehingga strategi green marketing dapat menuai keberhasilan dalam penerapannya. Saran untuk praktisi adalah memperhatikan dan mempertimbangkan dengan baik jenis media sosial yang perlu diputuskan untuk digunakan sebagai media periklanan. Selain itu juga perlu dipertimbangkan konten-konten yang akan dimuat dalam kegiatan periklanan. 9


Comments

Popular posts from this blog

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

NESTAPA GURU DI DAERAH 3T

MENAGIH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) DI ERA DISTRUPTION