Latar Belakang
Isu perubahan iklim sebagai sebuah fenomena yang memberi
dampak secara global terhadap manusia bukan lagi hal yang baru. Efek rumah kaca
yang dihasilkan oleh limbah sampah disebut sebagai salah satu pemberi
sumbangsih dalam perubahan iklim. Selain itu meningkatnya temperatur bumi dan
konsentrasi CO2 turut andil dalam perubahan iklim. Kenyataan bahwa kondisi
lingkungan kini telah beranjak menuju titik yang berbahaya kemudian
membangunkan kesadaran masyarakat dari seluruh belahan dunia akan urgensi pelestarian
lingkungan. Dalam beberapa dekade terakhir kesadaran ini kian meningkat dan
banyak diwujudkan dalam bentuk-bentuk kegiatan yang mendorong agar pelestarian
lingkungan ini menjadi hal yang perlu menjadi prioritas demi keberlangsungan
kehidupan manusia.
Hasil Konferensi Kopenhagen, Denmark pada tanggal 12 Desember
2009 memberikan prediksi mengenai dampak pemanasan global terhadap ancaman
kepunahan manusia di muka bumi pada tahun 2080. Dampak pemanasan global terjadi
karena aktivitas masyarakat dalam penggunaan barang-barang yang memberikan
dampak buruk bagi lingkungan. Oleh sebab itu adanya konsentrasi terhadap
lingkungan membuat perubahan perilaku masyarakat dalam keputusan pembelian
(Fuller et al, 1999 dalam Chammorro, 2005). Dengan melihat faktor-faktor
tersebut, kita dapat menemukan bahwa aktivitas manusia adalah akar permasalahan
dari fenomena tersebut. Jumlah populasi yang kian meningkat dalam beberapa
dekade terakhir secara bersamaan meningkatkan jumlah konsumsi. McDougally
(1993) dalam Shwu-Ing Wu dan Jia-Yi Chen (2014) mengemukanan bahwa kerusakan
lingkungan disebabkan oleh konsumsi yang berlebihan. Fenomena perubahan iklim tersebut kemudian melahirkan sebuah
konsep dan gagasan di bidang pemasaran yang disebut dengan Green Marketing. Secara
ringkas dapat dikatakan bahwa Green Marketing adalah instrumen yang
mampu menjembatani transaksi antara pemasar dan konsumen dengan memperhatikan
aspek perlindungan 4 dan pelestarian lingkungan hidup
untuk keberlanjutannya di masa yang akan datang. Kendati kesadaran masyarakat
global kian meningkat akan pentingnya pelestarian lingkungan, beberapa
penelitian justru menunjukkan kegagalan akan produk ramah lingkungan. Hal ini
berimplikasi pada keengganan pemasar untuk memasarkan produk yang ramah
lingkungan. Pemasar menilai konsumen belum sadar lingkungan sehingga sulit
meraih target pasar yang berorientasi pada lingkungan, oleh sebab itu Green Marketing
tidak berkembang pesat penerapannya terutama di Indonesia (Marketing, 2009
dalam Matoati) Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemasar untuk
menstimulus kesadaran masyarakat di Indonesia akan pentingnya isu lingkungan
adalah dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang sangat pesat dewasa ini.
Kesuksesan strategi Green Marketing tidak dapat terelakkan hanya dapat
diwujudkan jika masyarakat benar-benar meyakini pentingnya menjaga pelestarian
lingkungan dan mewujudkannya dalam bentuk aktual. Saat ini pengguna sosial
media di Indonesia terus meningkat seiring dengan kemajuan teknologi. Melihat
realitas tersebut, media sosial adalah tools yag sangat menjanjikan sebagai
sarana promosi bagi perusahaan untuk menunjang keberhasilan Green Marketing.
Beberapa media sosial yang popular di kalangan masyarakat Indonesia seperti
Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tumblr, dan lain-lain.
Tingkat keberhasilan Green Marketing dengan melakukan
periklanan menggunakan media sosial mempunyai potensi yang sangat besar di masa
yang akan datang. Mengningat prospek segmen hari ini dan di masa yang akan
datang, mereka berasal dari generasi yang disebut sebagai generasi milenial.
Sebuah generasi yang tumbuh beriringan dengan kemajuan teknologi. Generasi
milenial hadir dengan berbagai perubahan dan perbedaan dengan generasi
sebelumnya. Misalnya dalam segi komunikasi, generasi milenial lebih intens
menggunakan media sosial untuk membangun interaksi, berbagi ide, pandangan, dan
pendapat. Pola komunikasi yang digunakan oleh generasi milenial ini tentu bisa
menjadi kesempatan yang besar bagi pemasar untuk memantik kesadaran mengenai
petingnya pelestarian lingkungan sehingga penerapan green marketing bisa
maksimal. 5 Makalah ini membahas tentang green
marketing dan peluang kesuksesan penerapannya di Indonesia dengan
menggunakan sosial media sebagai sarana periklanan yang banyak digunakan hari
ini, khususnya oleh generasi milenial yang tumbuh bersisian dengan teknologi
yang kian berkembang pesat. 6

PEMBAHASAN
Green Marketing dalam makalah ini dibahas sebagai sebagai sebuah strategi
marketing yang menyimpan simpati atas keberlanjutan kelestarian lingkungan
hidup yang kian terancam akibat konsumsi yang kian meningkat sejalan denga
pertumbuhan penduduk. Penerapan strategi green marketing rupanya tidak
begitu berkembang di Indonesia. Namun melihat perkembangan teknologi yang pesat
dan munculnya generasi milenial yang tumbuh beriringan dengan kemajuan
teknologi ini kita bisa melihat peluang untuk meningkatkan efektivitas
penerapan green marketing.
Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2018, alasan
menggunaakan internet dan jenis konten yang paling banyak diakses oleh pengguna
internet di Indonesia adalah komunikasi lewat pesan dengan presentase sebesar
24,7%. Disusul kemudian oleh sosial media, mencari informasi terkait pekerjaan
dan mengisi waktu luang.
Berdasarkan kelompok usia pengguna internet di Indonesia
didominasi oleh usia 15-19 tahun dengan presentase 91%, disusul oleh kelompok
usia antara 20-24 tahun dengan presentase 88,5%. Jika merujuk pada Twenge
(2010) maka dapat kita lihat bahwa generasi milenial adalah pengguna internet
terbanyak di Indonesia.
Berdasarkan data yang ada maka kita dapat melihat peluang
pengiklanan green marketing melalui media sosial. Pertumbuhan teknologi
yang sudah sangat dekat dengan kehidupan manusia hari-hari ini membuat manusia
memiliki ketergantungan yang kuat untuk mendapatkan informasi, membagi ide, dan
membangun komunikasi melalui teknologi. Perkembangan jumlah pengguna internet
ini akan terus berkembang kedepannya. Pengguna media sosial khususnya lebih
banyak didominsasi oleh generasi milenial dan generasi setelahnya. Keadaan ini
harus dilihat secara jeli oleh pemasar untuk mempertimbangkan penerapan
strategi green marketing dengan sebaik-baiknya. Dengan memanfaatkan media
sosial, pemasar dapat memanfaatkan kegunaan media sosial untuk membangun
kesadaran pegguna media sosial akan urgensi pelestarian lingkungan. Penerapan
strategi green marketing akan berhasil dengan baik apabila masyarakat atau
konsumen menyadari pentingnya menjaga lingkungan hidup. Isu lingkungan bisa
dikomunikasikan dengan sermat melalui media sosial yang diharapkan 7 mampu menghadirkan kesadaran
masyarakat atau konsumen, sehingga strategi green marketing bisa diterapkan dengan
sukses. 8
SIMPULAN DAN SARAN
Meningkatnya kerusakan lingkungan mampu menjadi stimukus
kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Perkembangan
teknologi yang tumbuh bersama generasi milenial harus dapat dimanfaatkan dengan
maksimal sebagai media periklanan untuk dapat menstimulus kesadaran masyarakat
atau konsumen sehingga strategi green marketing dapat menuai keberhasilan dalam
penerapannya. Saran untuk praktisi adalah memperhatikan dan mempertimbangkan
dengan baik jenis media sosial yang perlu diputuskan untuk digunakan sebagai
media periklanan. Selain itu juga perlu dipertimbangkan konten-konten yang akan
dimuat dalam kegiatan periklanan. 9
Comments
Post a Comment