Featured Post

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

Image
  Perpanjangan masa jabatan presiden tentunya akan melanggar aturan apabila tetap dipaksakan k arena Masa jabatan presiden diatur dalam UUD 1945 Pasal 7. Dalam aturan tersebut, disebutkan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan. Artinya, masa jabatan presiden dan ditetapkan maksimal dua periode.   "Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,"  bunyi Pasal 7 UUD 1945 . Wacana perpanjangan masa jabatan presiden ini seperti menampar wajah presiden karena sudah jelas diaturan konstitusi melarang hal tersebut kecuali perubahan amandemen,banyak orang dilingkaran presiden yang sedang show off dan cari muka entah latarnya dan motifnya apa tentunya tidak jauh-jauh dari jabtan dan kekuasaan atau semua ini bisa jadi jebakan bagi presiden apabila sala...

ECONOMIC RECOVERY ATAU NYAWA MELAYANG?




Eropa Dibayangi Krisis Keuangan Baru?
KRISIS 1997  - 1998
Pada Agustus 1997, mata uang rupiah mulai bergerak di luar pakem normal. Rupiah tidak saja bergeliat negatif, tapi lebih dari itu. Rupiah bergerak sempoyongan. Kemudian September 1997, Bursa Efek Jakarta (saat ini Bursa Efek Indonesia) bersujud di titik terendahnya. Perusahaan yang meminjam dalam dolar harus menghadapi biaya yang lebih tinggi untuk membayar utang.
Padahal beberapa bulan sebelumnya, tepatnya Juni 1997, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih sangat adem, hanya Rp 2.380 per dolar. Mendadak pada Januari 1998, dolar menguat menyentuh level Rp 11.000. Kemudian pada Juli 1998, rupiah terus merosot , US$1 setara dengan Rp 14.150. Pada 31 Desember 1998, rupiah menguat perlahan, tapi hanya mampu meningkat hingga Rp 8.000 untuk US$1.
Pada Juni 1997, banyak yang berpendapat bahwa Indonesia masih jauh dari krisis. Karena beberapa pandangan ketika itu menyatakan bahwa Indonesia berbeda dengan Thailand. Indonesia memiliki inflasi yang rendah, surplus neraca perdagangan lebih dari US$900 juta, cadangan devisa cukup besar, lebih dari US$20 miliar, dan sektor perbankan masih baik-baik saja. Walaupun sebenarnya di tahun-tahun sebelumnya, cukup banyak perusahaan Indonesia yang meminjam dalam bentuk dolar. Karena sebelum 1997 memang tercatat bahwa rupiah menguat atas dolar Amerika. Jadi, pinjaman dalam bentuk dolar dianggap jauh lebih murah.
Faktor yang mempercepat efek bola salju krisis moneter adalah rontoknya kepercayaan pasar dan masyarakat, ditambah kondisi kesehatan Presiden Soeharto saat memasuki tahun 1998 yang kian memburuk sehingga melahirnya ketidakpastian terkait suksesi kepemimpinan nasional. Yang tak kalah penting adalah sikap plin-plan pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Kondisi tersebut berkelindan dengan besarnya utang luar negeri yang segera jatuh tempo, situasi perdagangan internasional yang kurang menguntungkan, dan bencana alam La Nina yang membawa kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir.
Tercatat, dari total utang luar negeri per Maret 1998 yang mencapai 138 miliar dolar AS, sekitar 72,5 miliar dolar AS adalah utang swasta yang dua pertiganya jangka pendek, di mana sekitar 20 miliar dolar AS akan jatuh tempo pada 1998. Sementara pada saat itu cadangan devisa tinggal sekitar 14,44 miliar dolar AS. Terpuruknya kepercayaan ke titik nol membuat rupiah yang ditutup pada level Rp 4.850/dolar AS pada 1997, meluncur dengan cepat ke level sekitar Rp 17.000/dolar AS pada 22 Januari 1998, atau terdepresiasi lebih dari 80 persen sejak mata uang tersebut diambangkan 14 Agustus 1997.
Risikonya, rupiah yang melayang, selain akibat meningkatnya permintaan dolar untuk membayar utang, juga sebagai reaksi terhadap angka-angka RAPBN 1998/1999 yang diumumkan 6 Januari 1998. RAPBN dinilai tak realistis. Krisis yang menandakan kerapuhan fundamental ekonomi tersebut dengan cepat merambah ke semua sektor. Anjloknya rupiah secara dramatis, menyebabkan pasar uang dan pasar modal juga rontok, bank-bank nasional mendadak terlilit kesulitan besar. Peringkat internasional bank-bank besar tersebut memburuk, tak terkecuali surat utang pemerintah, peringkatnya ikut lengser ke level di bawah "junk" atau menjadi sampah. Tak sampai di situ, kemudian ratusan perusahaan, mulai dari skala kecil hingga konglomerat bertumbangan. Sekitar 70 persen lebih perusahaan yang tercatat di pasar modal mendadak berstatus insolvent alias bangkrut. Sektor konstruksi, manufaktur, dan perbankan adalah sektor yang terpukul cukup parah. Sehingga risiko lanjutannya adalah lahirnya gelombang besar pemutusan hubungan kerja (PHK).
KRISIS 2008
GARA - GARA CORONA, INDONESIA BERADA DIAMBANG KRISIS EKONOMI ...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sedang mengalami masa-masa suram. Situasi ekonomi di dalam negeri pun terguncang. Apakah situasi ini mirip dengan ekonomi pada waktu krisis 2008? Akankah krisis ekonomi lima tahun lalu terulang kembali? Mari kita bandingkan dulu seperti apa situasi saat krisis 2008 dan saat ini.

Publikasi Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Perekonomian 2008, Rabu (28/8/2013), imbas krisis mulai terasa di dalam negeri terutama menjelang akhir 2008. Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6% sampai dengan triwulan III-2008, perekonomian Indonesia mulai mendapat tekanan berat pada triwulan IV-2008.

Di pasar keuangan, selisih risiko (risk spread) dari surat-surat berharga Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan yang mendorong arus modal keluar dari investasi asing di bursa saham, Surat Utang Negara (SUN), dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Secara relatif, posisi Indonesia sendiri secara umum bukanlah yang terburuk di antara negara-negara lain. Perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh sebesar 6,1% pada 2008.

Berikut ini indikasi krisis di Indonesia ditunjukkan oleh berbagai indikator yaitu:

·       Pasar SUN mengalami tekanan hebat tercermin dari penurunan harga SUN atau kenaikan yield SUN secara tajam yakni dari rata-rata sekitar 10% sebelum krisis menjadi 17,1% pada tanggal 20 November 2008; (catatan: setiap 1% kenaikan yield SUN akan menambah beban biaya bunga SUN sebesar Rp 1,4 Triliun di APBN).
·      Credit Default Swap (CDS) Indonesia mengalami peningkatan secara tajam yakni dari sekitar 250 bps awal tahun 2008 menjadi di atas 980 bps pada bulan November 2008. Hal ini menunjukkan bahwa pasar menilai country risk Indonesia yang tinggi pada saat itu.
·      Terdapat gangguan likuiditas di pasar karena peningkatan liquidity premium akibat pelebaran bid-ask spread dalam perdagangan di pasar saham, yang pada akhirnya mengakibatkan terjadi capital flight.
·     Cadangan Devisa mengalami penurunan 13% dari US$ 59,45 miliar per Juni 2008 menjadi 51.64 miliar per Desember 2008 yang mengindikasikan terjadi capital flight.
·         Rupiah terdepresiasi 30,9% dari Rp 9.840 per Januari 2008 menjadi Rp 12.100 per November 2008 dengan volatilitas yang tinggi.
·       Terdapat potensi terjadi capital flight (arus dana keluar) yang lebih besar lagi dari para deposan bank karena tidak adanya sistem penjaminan penuh (full guarantee) di Indonesia seperti yang sudah diterapkan di Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, Hong Kong, Taiwan dan Korea.

KRISIS COVID 2020
Bank Indonesia Sudah Kucurkan Rp300 Triliun untuk Antisipasi ...
Hanya kurang dari tiga bulan ramalan ekonomi dunia berubah drastis akibat pandemi virus corona. Pandangan sejumlah lembaga internasional sangat pesimistis. Mereka ramai-ramai memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi, bahkan hingga minus. Pemerintah Indonesia pun mulai bersiap menghadapi krisis panjang. Ramalan muram itu seperti datang dari IMF. Pada Januari lalu, lembaga moneter internasional ini masih memperkirakan ekonomi dunia bisa tumbuh hingga 3,3 % pada 2020.
Situasi saat ini lebih kompleks, lantaran terjadi perpaduan gejolak pada aspek kesehatan yang merembet ke ekonomi. Sebagian besar aktivitas ekonomi terhenti demi mencegah penyebaran Covid-19. “Lebih banyak ketidakpastian. Berdasarkan apa yang kami pelajari, meredakan penyebaran virus corona adalah yang paling efektif untuk memulai kembali ekonomi,” ujar Georgieva dalam pidatonya pertengahan bulan lalu. Dia juga memprediksi pendapatan per kapita 170 negara akan menurun. Padahal proyeksi satu bulan sebelumnya masih optimistis, pendpatan per kapita 160 negara diperkirakan tumbuh positif. Dalam laporan World Economic Outlook, lembaga ini memperkirakan ekonomi global membaik pada tahun depan dan tumbuh 5,8 %. Namun angka ini belum menunjukkan pemulihan sepenuhnya. “Bahkan pada 2021, diperkirakan tingkat aktivitas ekonomi berada di bawah proyeksi sebelum pandemi ini.
Dengan keadaan yang serba sulit seperti ini setidaknya pemerintah hendak berpikir bahwa perekonomian Indonesia akan terjadi recovery mengingat sejumlah kejadian dan tentu dengan belajar dari pengalaman sebelumnya tentunya akan bisa melewati masa sulit seperti ini, pertanyaan muncul bisakah nyawa di recovery? Tentu jawabanya tidak, jangan sampai karena alasan eonomi kita membuang nyawa saudara kita terbuang dengan sia-sia, makanya harapan yang bijak dari pemerintah dalam melihat dan mengambil kebijakan.
Langkah pemerintah
Cegah Masuknya Virus Corona, Pelabuhan dan Bandara Sikka Tutup ...Mau Tutup Bandara dan Pelabuhan untuk Cegah Corona? Dilarang Luhut ...Bandara dan Pelabuhan di Makassar Tutup Hingga 1 dan 8 Juni
Langkah pemerintah melarang semua penerbangan baik darat, laut dan udara terhitung mulai tanggal 24 april 2019, patut kita apresiasi walaupun terlambat dengan kebijakan seperti itu maka arus mudik ataupun pulang kampung yang menjadi tradisi orang Indonesia bisa di perkecil mengingat penyebaran virus di khawatirkan akan menular apalagi dengan status daerah yang merah. Indikasi pelarang tersebut akan meminimalisir penyebaran virus, walaupun dampak ekonomi, sosial dan politik.
Adanya ketegasan pada sebuah kebijkan secara tidak langsung akan menurungkan angka penyebaran covid, tetapi yang  harus pemerintah ingat bahwa pelaksanaan PSBB butuh makan, makanya kaum menegah kebawah diberi bantuan di tengah keterbatasan seperti saat ini. Krisis pangan merupakan ancaman tetapi dengan pemerintah yang bijaksana melihat situasi dengan memberikan sandang, pangan dan papan tanpa berpikir ekonomis kepada rakyatnya.
Penagkapan sejumlah aktivis
Banyak Pegiat Hukum Sesalkan Penangkapan Aktivis Ravio Patra ...
Penangkaapn sejumlah aktivis, apakah ini semata mata karena krisis covid yang mencekam atau ada tindak lanjut dari UU ITE, berbicara tentang kebebasan berpendapat di depan umum itu adalah hak setiap masyarakat kecuali masyarakat itu sendiri melanggar aturan dan undang undang maka bisa di pidana tetapi karenakalau maslah sepele seperti kritik atau saran kepada pemerintah tentag kebijakan juga di tangkap, ada apa?
Penegasan tentang batasan hukum UU ITE harus jelas karena akan membuat semua ancaman bagi masyarakat karena konstitutionalnya akan direduksi dengan adanya uu seperti ini, sungguh ironi rasanya kalau masalah kritik pada pemerintah dijadikan alat untuk menangkap pihak yang bersuara keras tentang kebijakan masalah COVID 19.

Tugas Negara
Teori dan Rumusan Tujuan Negara Republik Indonesia - Pengertian ...
Tujuan negara merupakan suatu pedoman dalam menyusun dan mengendalikan alat perlengkapan negara serta mengatur kehidupan rakyatnya. Tujuan negara dipengaruhi oleh tempat, sejarah pembentukan, dan pengaruh dari penguasa negara yang bersangkutan. Setelah mengetahui tujuan negara, maka anda juga dapat mengetahui sifat organisasi negara dan legitimasi kekuasaan negara tersebut.
Tujuan Negara Republik Indonesia sendiri tertuang secara jelas dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia empat. Tujuan Negara Republik Indonesia  tersebut berbunyi :

“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,memajukan kesejahteraan umum,Mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,  perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dapat disimpulkan tujuan Negara Republik Indonesia adalah tujuan perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan, dan pedamaian.










Comments

Popular posts from this blog

Gejolak Masa Jabatan Presiden dan Penundaan Pemilu

NESTAPA GURU DI DAERAH 3T

MENAGIH TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CSR) DI ERA DISTRUPTION